Gangguan Pengendalian Diri: Trichotillomania

Trichotillomania

Trichotillomania

Trichotillomania

Desakan untuk mencabut rambut seseorang, yang menjadi suatu keharusan pada orang-orang dengan penyimpangan langka disebut trichotillomania, nampak aneh dan jauh dihilangkan kenyataan perilaku manusia sehari-hari. Dalam budaya kita, banyak wanita-wanita yang telah sadar mengenai facial rambut dan mengalami kesulitan untuk menghilangkannya. Bagaimanapun, untuk sebagian orang adalah tindakan mencabut rambut mengemangkan dorongan kualitas, membuat mereka memiliki keasyikan dengan mencabut rambut mereka dimana mereka terlupa pada fakta bahwa mereka sedang merusak penampilan mereka.

Karakteristik

Seperti orang-orang dengan penyimpangan pegendalian keinginan yang lain, penderita trichotillomania mengalami suatu peningkatan tekanan perasaan yang dapat dibebaskan untuk sementara dengan mencabut rambut. Masalah ini paling sering terjadi pada anak perempuan dan wanita, yang umumnya dimulai pada masa kanak-kanak atau masa remaja (Muller, 1987). Orang-Orang dengan  penyimpangan ini merasa tidak mampu untuk melawan keinginan untuk menarik rambut, dengan mengabaikan fakta bahwa perilaku mereka mengakibatkan kebotakan-kebotakan sebagian dan hilangnya alis, bulu mata, rambut ketiak, dan bulu kemaluan. Pada kasus ekstrim, beberapa individu mentelan rambutnya setelah mereka mencabutnya, beresiko bahaya mengeras dalam pertu atau usus.

Disamping bukti fisik yang mengenai kesengajaan pencabutan rambut, orang dengan  penyimpangan ini cenderung menyangkal bahwa mereka sedang mengalami perilaku tersebut. Tetapi tetap saja, mereka tidak bisa melawan keinginan untuk mencabut rambut mereka. Sebagai hasilnya, yang menemukan penyimpangan itu biasanya adalah ahli dermatologi bukannya para ahli kesehatan mental. Yang biasanya terjadi adalah orangtua membawa anaknya ke ahli dermatologi sebab anak kehilangan rambut secara misterius. Ketika diperiksa, ahli dermatologi mungkin melihat banyak rambut pendek dan rusak pada kulit di sekitar daerah kebotakan, menandakan rambut telah dicabuti. Pada kasus lain bukan keprihatinan dermatologis menyebabkan perhatian klinis, tetapi beberapa  masalah psikologis lain, penderita trichotillomania juga cenderung untuk mempunyai suasana hati, ketertarikan, penyalahgunaan obat, dan penyimpangan pola makan (Christenson dan kawan-kawan, 1991), dan mungkin menjadi perhatian ahli pengobatan karena permasalahan tersebut.

Walaupun secara relatif sedikit kasus trichotillomania telah dicatat secara resmi, penyimpangan ini kelihatannya yang lebih umum dari yang disadari ahli klinik bahkan ketika tahun 1970. Pada waktu itu, kira-kira 8 juta Orang Amerika diperkirakan memiliki penyimpangan tersebut  (Azrin & Nunn, 1978). Sepanjang akhir tahun 1980, diskusi mengenai topik ini muncul dalam artikel-artikel surat kabar dan pada acara perbincangan, akibatnya banyak lagi orang-orang yang mengakui bahwa mereka menderita masalah ini. Yang menarik, di dalam suatu percobaan yang membandingkan metoda perawatan yang berbeda, subyek diperoleh ketika mereka menghubungi Institut Kesehatan Mental Nasional setelah melihat penyimpangan yang diuraikan pada program acara televisi ABC 20/20  (Swedo dan kawan-kawan, 1989).

Teori dan perawatan

Trichotillomania adalah suatu penyimpangan yang membangkitkan minat yang tidak dipahami dengan baik, walaupun pendukung model utama telah mengusahakan beberapa hipotesis mengenai apa penyebab timbulnya perilaku ini dan bersifat sangat sulit untuk dirubah. Pendukung pendapat biologis berpendapat bahwa trichotillomania adalah suatu varian dari kelainan penyimpangan keinginan. Dugaan ini didukung oleh fakta kedua perilaku penyimpangan ini disebabkan oleh ketegangan atau kegelisahan, dan penderita kedua penyimpangan tersebut bereaksi terhadap berbagai pengobatan, termasuk litium (Christenson dan kawan-kawan, 1991) dan antidepressants (Pollard dan kawan-kawan, 1991), terutama sekali clomipramine, suatu antidepressant yang mengurangi gejala obsesional (Swedo dan kawan-kawan, 1989). Ketika pengobatan menjadi efektif dalam mengurangi perilaku mencabuti rambut, efektivitas jangka panjangnya belum terlihat, lagipula, dapat dimengerti bahwa orang-orang merasa segan untuk memilih pengobatan bertahun-tahun bila tersedia intervensi psikologis efektif.

Dari sudut pandang psikologis, trichotillomania dilihat sebagai awal gangguan dalam hubungan orangtua-anak, kekecewaan seorang anak yang merasakan dilalaikan, ditinggalkan, atau terbebani secara emosional bisa berakhir pada perilaku ini dalam usahanya untuk memperoleh perhatian atau untuk memperoleh suatu gangguan pada bentuk kepuasan (Krishnan dan kawan-kawan 1985). Walaupun ini adalah suatu hipotesis yang dapat dipertahankan, tidak menjelaskan mengapa perilaku ini dapat terbentuk sedemikian kuat dan bertahan. Dari sudut pandang perilaku, pola teladan ini berkembang sebab individu menganggap perilaku mencabut rambut dapat menghilangkan ketegangan.

Perlakuan perilaku untuk penderita trichotillomania dibedakan menjadi lima kategori: kesadaran yang yang ditingkatkan mengenai perilaku, penguatan, mencegah kebiasaan, relaksasi atau teknik hipnotis, dan penggantian dengan perilaku lain (Ratner, 1989). Melalui prosedur yang disesuaikan dengan peningkatan kesadaran, individu didukung untuk secara penuh kesadaran menahan perilaku mencabuti rambut, hal ini dapat terpenuhi dengan membuat catatan pada setiap peristiwa, dengan bicara dengan suara keras mengenai perilaku ketika mencabut rambut, atau dengan meminta anggota keluarga untuk menunjukkan ketika individu sedang melakukan perilaku tersebut. Dengan peningkatan kesadaran mengenai kebiasaan, diharapkan bahwa individu akan mengembangkan kemampuan untuk menghentikan perilaku sebelum terjadi pencabutan rambut.

Penggunaan teknik penguatan mengikuti saat seseorang sedang berusaha menghilangkan perilaku tersebut, sebagai contoh dengan memuji individu atas keberhasilannya menahan perilaku tersebut atau untuk penampilan yang membaik dalam karena berhenti mencabutio rambut dapat memperkuat tekad individu untuk merubah perilaku ini. Teknik melarang bisa melalui perintah pada individu untuk memberi beberapa stimulus yang buruk pada tingkat kesadaran mengenai perilaku tersebut, barangkali jepretan karet gelang sebagai hukuman ketika mencabut rambut (Stevens, 1984)

Walaupun teknik relaksasi umum belum menjadi sangat efektif dalam membantu menghentikan perilaku mencabuti rambut, teknik yang lebih spesifik menggunakan hipnotis kini menjanjikan. Metoda hipnotis efektif diarahkan pada peningkatan kesadaran terhadap kebiasaan tersebut, kepekaan terhadap sisi keburukan dari perilaku perilaku ini, dan semangat individu untuk pengendalian diri (Ratner, 1989)

Teknik tingkah laku lain adalah dengan penggantian suatu perilaku yang lebih bisa diterima seperti menggenggam tangan yang digunakan untuk mencabuti rambut (Tarnowski dan kawan-kawan, 1987). Pendekatan ini didasarkan pada gagasan di mana jika individu sedang melakukan sesuatu yang secara fisik tidak bertentangan dengan mencabuti rambut setiap kali keinginan itu muncul, perilaku yang lebih bisa diterima akan mendukung pada pengurangan perilaku keinginan mencabuti rambut. Bergerak diluar teknik perilaku langsung pada penggunaan prinsip pengertian perilaku, beberapa ahli menghimbau individu untuk memulai suatu dialog dalam rangka memberikan suatu memperingatkan situasi di mana perilaku dapat dimungkinkan untuk terjadi (Ratner, 1989).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,738 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>