Proses psikologis dasar: Belajar dan memori (sambungan)

MEMORI (INGATAN)

Pengertian

Memori atau ingatan adalah proses memasukkan, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi dan pengalaman yang kita peroleh. Menurut Andersen (1997) memori adalah rekaman pengalaman yang relatif permanen yang mendasari perilaku belajar. Kaitan memori dengan belajar: belajar mengacu pada proses adaptasi perilaku terhadap pengalaman dan memori menunjuk pada rekaman permanen yang mendasari adaptasi tersebut.

Proses memori dapat dibagi menjadi tiga tahap: tahap akuisisi (perolehan), tahap retensi (penyimpanan) dan tahap retrieval (pemunculan kembali)

repetitive             elaborative rehearsal

rehearsal

 

informasi à  memori sensoris à short term memory à long term memory

informasi yang pada mulanya direkam dalam sistem sensoris masuk kedalam memori sensoris

 

Macam Memori

  1. memori sensoris (Sensory Memory)

informasi yang langsung diterima alat indera dan akan hilang dalam waktu satu detik

  1. memori jangka pendek (Short Term Memory)

informasi bertahan 15-25 detik. Disebut juga working memory karena saat beraktivitas kita membutuhkan informasi-informasi tertentu ysng penggunaannya hanya sesaat. Memori jangka pendek ini dapat kita tingkatkan dengan metode chunking, yaitu membagi-bagi informasi ke dalam unit-unit tertentu. Misal menghafal NIM: 71060017 menjadi 71-06-0017

  1. memori jangka panjang (Long Term Memory)

informasi yang relatif permanent. Macamnya:

    1. memori deklaratif: berisi informasi-informasi faktual, terdiri dari memori semantik dan memori episodik. Memori semantik adalah ingatan tentang pengetahuan/fakta-fakta umum, misal kitab suci umat Islam adalah Al-Quran. Memori episodik adalah ingatan tentang suatu peristiwa tertentu, misal ingatan ketika kita pertama kali masuk kuliah.
    2. Memori prosedural: berisi informasi yang berhubungan dengan ketrampilan dan kebiasaan melakukan sesuatu. Misal ingatan tentang tatacara wudhu.

 

Mengingat adalah memunculkan kembali informasi tersebut pada saat dibutuhkan. Jika informasi yang kita butuhkan tersebut tidak dapat dimunculkan kembali secara utuh, maka itulahnyang disebut dengan lupa.

Ada beberapa penjelasan mengapa kita lupa

  1. Teori Atropi (Decay Theory)

Lupa terjadi karena informasi yang pernah kita simpan tidak pernah lagi dimunculkan. Akibatnya jejak-jejak memori menjadi rusak atau hilang

  1. Teori Interferensi

Informasi yang disimpan tidak hilang. Lupa terjadi karena informasi yang ada saling menghambat atau bercampur aduk. Macamnya:

    1. interferensi proaktif: informasi yang baru masuk sulit dimunculkan karena terhambat oleh informasi lama yang sudah tersimpan (informasi lama menghambat informasi baru).
    2. interferensi retroaktif: informasi yang sudah lama tersimpan sulit dimunculkan kembali karena terhambat oleh informasi yang baru masuk (informasi baru menghambat informasi lama).
  1. Teori Kegagalan Mengingat kembali (Retrieval Failure Theory)

Informasi yang pernah kita simpan tidak akan hilang. Lupa terjadi jika tidak didapatkan petunjuk yang cukup untuk memunculkan kembali informasi yang pernah disimpan dalam memori. Misal

  1. Motivated Forgetting

lupa terjadi karena adanya dorongan atau usaha untuk melupakan biasanya hal-hal/peristiwa peristiwa yang tidak mengenakkan. Memang ada kecenderungan manusia untuk tidak mengingat-ingat kembali pengalaman yang kurang menyenangkan/menyakitkan bagi dirinya.

  1. Lupa karena sebab fisiologis (disfungsi memori)

Kelupaan terjadi karena faktor fisiologis, yaitu karena proses kimiawi, proses penuaan atau proses degenerasi sel otak dan syaraf. Macamnya:

    1. amnesia retrograd, yaitu lupa pada informasi-informasi yang telah lalu. Misal lupa pada nama sendiri, orang-orang terdekat, alamat rumah, dan lain-lain.
    2. Amnesia anterograd: lupa pada informasi yang baru saja masuk. Misal lupa bahwa tadi baru saja makan.
    3. Penyakit alzheimer: lupa karena kerusakan sel otak secara progresif akibat kekurangan zat neurotransmitter yang disebut Ach  (Asetilkolin)
    4. Sindrom Korsakoff: lupa karena minum alkohol dalam jangka waktu lama sehingga kekurangan vit B1

 

Agar tidak mudah lupa ada beberapa teknik yang bisa kita pakai:

  1. teknik kata kunci (keyword technique), yaitu mengingat suatu kata dengan cara mengasosiasikannya dengan kata lain secara interaktif.
  2. metode lokus: menempatkan secara imaginer kata-kata yang akan diingat pada tempat-tempat tertentu yang sudah familiar bagi kita.
  3. encodinng fenomena spesifik: memanfaatkan karakteristik lingkungan atau materi yang mirip dengan karakteristik lingkungan atau materi ketika memasukkan infprmasi.
  4. organisasi materi teks, yaitu ketika membaca  materi tertulis, memahami strtuktur bacaan tersebut. Cara lain dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri setelah membaca materi.
  5. organisasi catatan kuliah: menggunakan teknik mencatat efektif yaitu penggunaan peta pikiran
  6. praktek dan latihan
    sumber: materi handout oleh: SRI PURNAMI, S.PSI

3 comments on “Proses psikologis dasar: Belajar dan memori (sambungan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

1,489 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>